Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Hewna Peliharaan: Jangan Dianggap Sepele!

Abu vulkanik tidak hanya dapat mengganggu aktivitas manusia, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan hewan peliharaan. Partikelnya yang sangat kecil dapat terbawa udara dan terhirup oleh anjing, kucing, maupun hewan lainnya.

Selain mengganggu pernapasan, abu vulkanik yang menempel pada tubuh, makanan, atau air minum juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Karena itu, saat terjadi hujan abu atau kualitas udara memburuk akibat aktivitas gunung berapi, pemilik hewan perlu memberikan perlindungan ekstra untuk anabul di rumah.

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Hewan?

Berbeda dengan abu hasil pembakaran biasa, abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan material vulkanik berukuran sangat kecil. Partikel ini bersifat kasar dan dapat mengiritasi bagian tubuh yang sensitif.

Hewan dapat terpapar abu vulkanik ketika menghirup udara yang tercemar, terkena abu pada mata dan kulit, menjilat bulu atau kaki yang kotor, serta mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi.

Risikonya dapat berbeda tergantung banyaknya abu, lama paparan, kondisi lingkungan, serta kondisi kesehatan masing-masing hewan.

1. Mengganggu Saluran Pernapasan

Partikel abu yang beterbangan dapat masuk ke hidung dan saluran pernapasan ketika hewan bernapas.

Paparan dapat menyebabkan hewan mengalami bersin, batuk, keluar cairan dari hidung, atau terlihat tidak nyaman saat bernapas. Hewan yang sebelumnya sudah memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih karena kondisinya dapat lebih mudah memburuk.

Jika anjing atau kucing mulai bernapas dengan cepat, tampak kesulitan bernapas, atau kondisinya terlihat semakin lemah setelah terpapar abu, segera periksakan ke dokter hewan.

2. Menyebabkan Iritasi Mata

Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang mudah terkena dampak abu vulkanik. Partikel abu yang halus tetapi kasar dapat masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Mata merah atau berair
  • Hewan sering menyipitkan mata
  • Sering menggosok area wajah atau mata
  • Keluar cairan dari mata
  • Mata terlihat lebih sensitif atau sulit dibuka

Jangan membiarkan hewan terus menggaruk mata karena dapat memperparah iritasi atau menyebabkan luka pada permukaan mata.

3. Abu Bisa Tertelan Saat Hewan Menjilat Tubuhnya

Kucing memiliki kebiasaan membersihkan tubuh dengan menjilati bulunya. Anjing juga dapat menjilat kaki atau bagian tubuh yang terasa kotor.

Jika abu vulkanik menempel pada bulu dan telapak kaki, partikel tersebut dapat ikut tertelan saat hewan melakukan grooming.

Dalam jumlah tertentu, abu yang tertelan dapat mengiritasi saluran pencernaan. Paparan dalam jumlah besar juga berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan yang lebih serius.

Karena itu, bersihkan tubuh dan telapak kaki hewan setelah terkena abu sebelum membiarkannya menjilati tubuh sendiri.

4. Makanan dan Air Minum Bisa Terkontaminasi

Wadah makanan dan minuman yang diletakkan di luar atau area terbuka dapat terkena abu tanpa disadari.

Hindari memberikan makanan atau air yang sudah terkena abu. Buang isinya, cuci wadah sampai bersih, kemudian ganti dengan makanan dan air baru.

Selama kondisi udara masih terdampak abu vulkanik, sebaiknya tempat makan dan minum hewan diletakkan di dalam ruangan atau area yang terlindungi.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Melindungi Anabul?

Saat terjadi hujan abu, usahakan anjing dan kucing tetap berada di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu serta batasi aktivitas di luar sampai kondisi udara membaik.

Jika hewan terpaksa keluar atau sudah terkena abu:

  • Bersihkan telapak kaki dan bulunya sebelum masuk rumah.
  • Gunakan kain lembap untuk membantu mengangkat abu yang menempel.
  • Jangan menggosok mata yang terkena abu.
  • Pastikan makanan dan air minumnya selalu bersih dan tertutup.
  • Bersihkan kandang, litter box, tempat tidur, dan area bermain dari endapan abu.
  • Pantau kondisi hewan selama dan setelah paparan.

Untuk anjing, sebaiknya tunda aktivitas seperti jalan-jalan apabila abu masih banyak beterbangan.

Jangan Memakaikan Masker Manusia pada Anjing atau Kucing Sembarangan

Mungkin terlintas untuk memakaikan masker pada anabul agar tidak menghirup abu. Namun, masker yang dirancang untuk manusia belum tentu cocok atau aman digunakan pada hewan.

Masker yang tidak sesuai dapat membuat hewan stres, mengganggu kenyamanan bernapas, atau justru menimbulkan masalah lain. Cara paling aman untuk mengurangi paparan adalah dengan menjaga hewan tetap berada di dalam ruangan yang bersih dan terlindungi dari abu.

Kapan Harus Membawa Hewan ke Dokter Hewan?

Segera konsultasikan dengan dokter hewan apabila setelah terpapar abu vulkanik anjing atau kucing menunjukkan:

  • Batuk atau bersin yang terus-menerus
  • Kesulitan bernapas atau napas terlihat tidak normal
  • Mata sangat merah, bengkak, atau sulit dibuka
  • Muntah atau gangguan pencernaan setelah diduga menelan abu
  • Nafsu makan menurun
  • Terlihat sangat lemas atau berbeda dari biasanya

Jangan menunggu gejalanya menjadi berat, terutama pada hewan yang masih sangat muda, sudah lanjut usia, atau memiliki riwayat gangguan kesehatan.

Lindungi Anabul dari Paparan Abu Vulkanik

Saat terjadi hujan abu, membatasi paparan menjadi langkah utama untuk melindungi kesehatan hewan peliharaan. Bawa anabul ke dalam rumah, sediakan makanan dan air bersih, serta bersihkan abu yang menempel pada tubuh maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Jika anabul menunjukkan gangguan pernapasan, iritasi mata, masalah pencernaan, atau perubahan kondisi setelah terpapar abu vulkanik, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Klinik Hewan Poris siap membantu pemeriksaan dan penanganan hewan peliharaan yang mengalami keluhan kesehatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *